21 Desember 2014

Teknologi Broadband di Indonesia

Teknologi Broadband di Indonesia
Seperti yang kita ketahui, jaringan broadband sudah mulai ada di dunia sejak awal tahun 90-an. Hal ini akibat ditemukannya system transfer data baru dengan kecepatan tinggi menggunakan media berupa serat fiber optik dan media perantara data dengan spectrum warna dari cahaya. Hal tersebut lebih kita kenal dengan jaringan broadband berbasis optic. Namun dibalik kecanggihan itu terdapat beberapa teknologi lain yang sekiranya menjadi dasar tumpuan dalam proses transfer data selain fiber optic.

Teknologi broadband sudah merambah Indonesia sejak tahun 2000an, namun perkembangannya baru dimulai ketika tahun 2001 dengan munculnya teknologi berbasis wireless oleh salahsatu operator telekomunikasi di Indonesia. Kini saya akan membahas sedikit tentang teknologi broadband yang ada di Indonesia.

Teknologi broadband yang paling umum digunakan di Indonesia untuk menghantarkan koneksi Internet untuk Anda adalah teknologi DSL dan Fixed Wireless. Masing-masing media ini memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri yang justru menjadikan opsi bagi yang ingin menggunakannya.

1.      Teknologi DSL (Digital Subscriber Line)
DSL merupakan kumpulan teknologi-teknologi yang memanfaatkan bandwidth yang tidak digunakan pada jaringan telepon kabel tembaga biasa yang telah lama ada untuk menghantarkan data digital berkecepatan tinggi. Koneksi DSL sangat mudah digunakan seperti halnya koneksi dial-up biasa. Kini teknologi DSL sangat mudah ditemui, dari yang mulanya hanya memanfaatkan kekosongan dari bandwidth kemudian berkembang sehingga baik data an informasi berupa suara dapat berjalan secara bersamaan. Teknologi ini dikelan dengan Integrated Service Digital Network DSL (IDSL) teknologi ini menggunakan satu pasang kabel untuk mentransmisikan data secara full duplex (dua arah) dengan kecepatan hingga 144 Kbps. Teknologi ini tidak hanya mengantarkan data ke penggunanya, tapi juga dapat membawa informasi suara secara bersamaan. Untuk teknologi kabel yang lainnya juga ada serat optic, tapi tidak saya bahas dalam artikel ini.


2.      Fixed Wireless
Teknologi fixed wireless hamper sama dengan teknologi telpon seluler yang ada saat ini, namun karena teknologi ini bersifat fixed atau tetap jadi transmisinya tentu berbeda dengan telpon seluler, misalnya jaringan seluler menggunakan pita lebarnya pada frekuensi 2,1 hingga 3,2 Ghz maka fixed wireless menggunakan spectrum yang lebih tinggi, berkisar antara 5,1 hingga 5,8 Ghz. Teknologi fixed wireless hanya didedikasikan untuk membawa data saja, bukan berupa informasi suara, jadi gangguannya lebih kecil disbanding dengan jaringan seluler. Contoh fixed wireless adalah WIMAX.



Para pengguna Internet khususnya di Indonesia sudah mulai melihat peluang dan keuntungan menjadikan broadband sebagai media komunikasi Internet utamanya. Jangan bandingkan dengan di luar negeri yang untuk perumahan pun sudah menggunakan broadband berkecepatan super.
Selama masa perjalanannya, jaringan Internet broadband cukup banyak berkembang baik dari segi teknologinya maupun produk-produknya yang dilempar ke pasaran oleh penyedia jasa Internet. Tren produk broadband dari waktu ke waktu semakin membuat internet terasa murah saja, meskipun kualitasnya tidak selalu dijamin bagus. Teknologi broadband memang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi meluasnya penggunaan Internet.
Jika di luar negeri banyak yang sudah merasakannya, di Indonesia mungkin ada sebagian pengguna dan pehobi komputer yang tahu saja tidak tentang Internet broadband beserta teknologi dan produknya. Maka itu, tidak ada salahnya teknologi ini kita review kembali dengan cakupan yang lebih bersifat umum dan general. Meskipun belum bisa merasakannya, paling tidak sudah ada gambaran mengenai apa sih sebenarnya teknologi Internet broadband yang banyak disebut-sebut di kota besar.
Teknologi Internet broadband secara umum didefinisikan sebagai jaringan atau servis Internet yang memiliki kecepatan transfer yang tinggi karena lebar jalur data yang besar. Kecepatan transfer yang biasa dijanjikan oleh servis broadband adalah sampai sekitar 128 Kbps atau lebih. Meskipun jalur data yang disediakan untuk penggunanya sangat lebar, teknologi Internet broadband biasanya jalur ini akan dibagi dengan pengguna sekitarnya. Namun jika tidak ada yang menggunakan, maka Anda akan menggunakan sepenuhnya jalur lebar tersebut. Meski tidak selalu demikian kondisinya, namun tren broadband di Indonesia memang demikian.
Jaringan Internet broadband dapat digunakan oleh banyak kalangan, mulai dari pelajar, pehobi game, sampai dengan kantor-kantor kecil dan kantor cabang yang ingin terkoneksi dengan kantor pusatnya dengan kecepatan cukup tinggi. Mengapa mereka harus mempertimbangkan broadband?
Broadband menjadi begitu terkenal tidak lain karena teknologi jaringan Internet umum seperti dial-up sudah tidak memadai lagi untuk digunakan dalam aplikasi saat ini. Pada umumnya, aplikasiaplikasi tersebut menuntut Internet yang berkecepatan tinggi dengan waktu tempuh data yang tidak lama. Maka dari itulah, broadband berkembang sebagai solusi yang tepat dengan kemampuannya dan juga keekonomisannya.
Broadband dapat dikatakan koneksi yang cukup ekonomis, karena dengan membayar biaya yang relatif murah, Anda bisa mendapatkan koneksi Internet yang cukup cepat meski tidak seterusnya bisa demikian. Dengan biaya yang tidak terlalu besar, Anda bisa menjalankan berbagai macam aplikasi boros bandwidth, namun tidak dijamin kelancarannya ketika banyak pengguna sedang terkoneksi.
Selain itu, coverage area dari koneksi broadband juga sering menjadi kelemahannya. Area coverage dari teknologi ini memang belum bisa terlalu luas karena memang ada keterbatasan teknis. Di sinilah nilai plus dan minus nya produk Internet broadband.

Kelebihan
·         Mampu menyediakan transfer data yang cepat dengan kisaran dari 144Kbps hingga 2Mbps, selain itu juga dikembangkan 3,5G atau HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) dengan kecepatan mencapai 4,1Mbps untuk yang berteknologi wireless.

·         Pengguna membayar berdasarkan banyaknya data yang diproses ketika menggunakan jaringan 3G, bukan berapa lama waktu yang digunakan

·         Dapat digunakan dimana saja untuk mengakses internet karena teknologi bersifat mobile access atau portable.


Kekurangan
·         Sinyal mudah terganggu tergantung lokasi sehingga kecepatan akses dapat menjadi lambat atau bahkan tidak dapat menikmati fasilitas yang disediakan


·         Perangkat Handphone yang dapat menggunakan 3G biasanya lebih mahal dan perangkat handphone cenderung dapat cepat kehabisan sumber daya baterai karena harus mentransmisikan sinyal untuk tetap terkoneksi ke jaringan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates