Teknologi Broadband di Indonesia
Seperti yang
kita ketahui, jaringan broadband sudah mulai ada di dunia sejak awal tahun
90-an. Hal ini akibat ditemukannya system transfer data baru dengan kecepatan
tinggi menggunakan media berupa serat fiber optik dan media perantara data
dengan spectrum warna dari cahaya. Hal tersebut lebih kita kenal dengan
jaringan broadband berbasis optic. Namun dibalik kecanggihan itu terdapat
beberapa teknologi lain yang sekiranya menjadi dasar tumpuan dalam proses
transfer data selain fiber optic.
Teknologi broadband
sudah merambah Indonesia sejak tahun 2000an, namun perkembangannya baru dimulai
ketika tahun 2001 dengan munculnya teknologi berbasis wireless oleh salahsatu
operator telekomunikasi di Indonesia. Kini saya akan membahas sedikit tentang
teknologi broadband yang ada di Indonesia.
Teknologi
broadband yang paling umum digunakan di Indonesia untuk menghantarkan koneksi
Internet untuk Anda adalah teknologi DSL dan Fixed Wireless. Masing-masing
media ini memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri yang justru menjadikan
opsi bagi yang ingin menggunakannya.
1. Teknologi DSL (Digital Subscriber Line)
DSL merupakan
kumpulan teknologi-teknologi yang memanfaatkan bandwidth yang tidak digunakan
pada jaringan telepon kabel tembaga biasa yang telah lama ada untuk
menghantarkan data digital berkecepatan tinggi. Koneksi DSL sangat mudah
digunakan seperti halnya koneksi dial-up biasa. Kini teknologi DSL sangat mudah
ditemui, dari yang mulanya hanya memanfaatkan kekosongan dari bandwidth
kemudian berkembang sehingga baik data an informasi berupa suara dapat berjalan
secara bersamaan. Teknologi ini dikelan dengan Integrated Service Digital
Network DSL (IDSL) teknologi ini menggunakan satu pasang kabel untuk
mentransmisikan data secara full duplex (dua arah) dengan kecepatan hingga 144
Kbps. Teknologi ini tidak hanya mengantarkan data ke penggunanya, tapi juga
dapat membawa informasi suara secara bersamaan. Untuk teknologi kabel yang
lainnya juga ada serat optic, tapi tidak saya bahas dalam artikel ini.
2. Fixed Wireless
Teknologi fixed
wireless hamper sama dengan teknologi telpon seluler yang ada saat ini, namun
karena teknologi ini bersifat fixed atau tetap jadi transmisinya tentu berbeda
dengan telpon seluler, misalnya jaringan seluler menggunakan pita lebarnya pada
frekuensi 2,1 hingga 3,2 Ghz maka fixed wireless menggunakan spectrum yang
lebih tinggi, berkisar antara 5,1 hingga 5,8 Ghz. Teknologi fixed wireless
hanya didedikasikan untuk membawa data saja, bukan berupa informasi suara, jadi
gangguannya lebih kecil disbanding dengan jaringan seluler. Contoh fixed
wireless adalah WIMAX.
Para pengguna Internet khususnya di
Indonesia sudah mulai melihat peluang dan keuntungan menjadikan broadband
sebagai media komunikasi Internet utamanya. Jangan bandingkan dengan di luar
negeri yang untuk perumahan pun sudah menggunakan broadband berkecepatan super.
Selama masa perjalanannya, jaringan
Internet broadband cukup banyak berkembang baik dari segi teknologinya maupun
produk-produknya yang dilempar ke pasaran oleh penyedia jasa Internet. Tren
produk broadband dari waktu ke waktu semakin membuat internet terasa murah
saja, meskipun kualitasnya tidak selalu dijamin bagus. Teknologi broadband
memang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi meluasnya penggunaan Internet.
Jika di luar negeri banyak yang sudah
merasakannya, di Indonesia mungkin ada sebagian pengguna dan pehobi komputer
yang tahu saja tidak tentang Internet broadband beserta teknologi dan
produknya. Maka itu, tidak ada salahnya teknologi ini kita review kembali
dengan cakupan yang lebih bersifat umum dan general. Meskipun belum bisa
merasakannya, paling tidak sudah ada gambaran mengenai apa sih sebenarnya
teknologi Internet broadband yang banyak disebut-sebut di kota besar.
Teknologi
Internet broadband secara umum didefinisikan sebagai jaringan atau servis
Internet yang memiliki kecepatan transfer yang tinggi karena lebar jalur data
yang besar. Kecepatan transfer yang biasa dijanjikan oleh servis broadband
adalah sampai sekitar 128 Kbps atau lebih. Meskipun jalur data yang disediakan
untuk penggunanya sangat lebar, teknologi Internet broadband biasanya jalur ini
akan dibagi dengan pengguna sekitarnya. Namun jika tidak ada yang menggunakan,
maka Anda akan menggunakan sepenuhnya jalur lebar tersebut. Meski tidak selalu
demikian kondisinya, namun tren broadband di Indonesia memang demikian.
Jaringan Internet broadband dapat
digunakan oleh banyak kalangan, mulai dari pelajar, pehobi game, sampai dengan
kantor-kantor kecil dan kantor cabang yang ingin terkoneksi dengan kantor
pusatnya dengan kecepatan cukup tinggi. Mengapa mereka harus mempertimbangkan
broadband?
Broadband menjadi begitu terkenal tidak
lain karena teknologi jaringan Internet umum seperti dial-up sudah tidak
memadai lagi untuk digunakan dalam aplikasi saat ini. Pada umumnya,
aplikasiaplikasi tersebut menuntut Internet yang berkecepatan tinggi dengan
waktu tempuh data yang tidak lama. Maka dari itulah, broadband berkembang
sebagai solusi yang tepat dengan kemampuannya dan juga keekonomisannya.
Broadband dapat dikatakan koneksi yang
cukup ekonomis, karena dengan membayar biaya yang relatif murah, Anda bisa
mendapatkan koneksi Internet yang cukup cepat meski tidak seterusnya bisa
demikian. Dengan biaya yang tidak terlalu besar, Anda bisa menjalankan berbagai
macam aplikasi boros bandwidth, namun tidak dijamin kelancarannya ketika banyak
pengguna sedang terkoneksi.
Selain itu, coverage area dari koneksi
broadband juga sering menjadi kelemahannya. Area coverage dari teknologi ini
memang belum bisa terlalu luas karena memang ada keterbatasan teknis. Di
sinilah nilai plus dan minus nya produk Internet broadband.
Kelebihan
· Mampu menyediakan transfer data yang cepat dengan kisaran dari 144Kbps
hingga 2Mbps, selain itu juga dikembangkan 3,5G atau HSDPA (High Speed Downlink
Packet Access) dengan kecepatan mencapai 4,1Mbps untuk yang berteknologi
wireless.
· Pengguna membayar berdasarkan banyaknya data yang diproses ketika
menggunakan jaringan 3G, bukan berapa lama waktu yang digunakan
· Dapat digunakan dimana saja untuk mengakses internet karena teknologi
bersifat mobile access atau portable.
Kekurangan
· Sinyal mudah terganggu tergantung lokasi sehingga kecepatan akses dapat
menjadi lambat atau bahkan tidak dapat menikmati fasilitas yang disediakan
· Perangkat Handphone yang dapat menggunakan 3G biasanya lebih mahal dan
perangkat handphone cenderung dapat cepat kehabisan sumber daya baterai karena
harus mentransmisikan sinyal untuk tetap terkoneksi ke jaringan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar